Senin, 11 Juni 2012

Perempuan Dan Seruan Iblis

.
Kenapa kita lelaki kadang terlalu mempersoalkan masalah perempuan,terlalu berlebihan memperbincangka nnya, terlalu mencampuri urusannya, pakaiannya, tingkah lakunya, kekebasannya, keluarganya, seakan akan tidak ada lagi hal lain selain mengurusi perempuan ?
Namun perempuan tidak mengadu karena telah di dzalimi, dan tidak juga meminta untuk di lepaskan dari belenggunya. Lalu apa yang kalian dapatkan dengan membicarakan tentang perempuan siang dan malam?
Sesungguhnya kaum lelaki tidak meratapi perempuan, tetapi meratapi diri nya sendiri dan bukan menangisi mereka , tetapi menangisi hari hari yang telah kaum lelaki habiskan dalam dunia.
Suatu yang indah dan memang sudahsemestinya….
Selama ribuan tahun kaum perempuan telah hidup dalam rumahnya dengan penuh ketenangan, ketentraman dan ridha pada keadaan dirinya serta kehidupannya. Perempuan mendapatkan kebahagiaan ketika menjalankan kewajibannya, ketika berdiri di hadapan Tuhan dan ketika mengasuh dan merawat anak-anaknya.
Mereka mendapapatkan kemuliaan dalam ketundukan terhadap orang tua, taat kepada perintah suami dan taat mengedepankan ridha keduanya. Mereka telah memahami makna cinta sejati dan tidak pernah mengenal dengan kata cinta yang membutakan segalanya.
Sampai pada suatu ketika…… Sang Iblispun Berseru kepada Perempuan…..
Wahai perempuan, “Kaum lelaki telahbertindak sewenang-wenang kepadakalian, bahkan ada mereka dari keluarga kalian, padahal mereka bukanlah orang yang akalnya lebih cemerlang. Mereka tidak lebih hebat dari pendapat kalian dan tidak lebih tahu tentang urusan kalian daripada kalian sendiri. Mereka kaum lelaki tidak punya hak untuk mengatur hidup kalian”.
Perempuan mengikuti seruan sang iblis… akibatnya banyak perempuan masa kini yang berani terhadap ayahnya, dan tidak menuruti perintah suaminya lagi. Sehingga, rumah yang semula penuh dengan canda tawa dan kasih sayang, berubah menjadi ratapan, tangisan dan tanpa ketenangan.
Dan sang iblis pun tertawa puas…..
Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..
Wahai perempuan, “Pilihlah calon suamimu sesukamu sehingga keluargamu tidak menipu dalam hal kebahagiaan masa depan kalian”.
Perempuan mengikuti seruan itu … Akhirnya, banyak perempuan yang terjerumus ke dalam pilihan semaunya dalam kebebasan tanpa pertimbangan, tanpa membuka hati atas saran atau nasehat dari siapapun. Dan ternyata memang berakhir buruk, hari hari yang mereka lalui terasa lebih panjang, tanpa kebahagiaan. Selanjutnya, mereka akan merasakan penderitaan yang pedih dan berkepanjangan.
Dan sang iblis pun tersenyum bangga…..
Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..
Wahai perempuan, ”Sesungguhnya cinta adalah modal utama menuju pernikahan”.
Perempuanpun percaya seruan itu …. akhirnya banyak mata perempuan menjadi liar berusaha mencari cinta nya , mencari lelaki yang dirasa itulahcintanya dan menyeleksinya dari satulelaki ke lelaki lain. Pada akhirnya “cinta” telah membuat lalai, lengah dan terbuai untuk menikah, bahkan tidak berpikir panjang karena cinta yang membutakan, tanpa menyadari arti cinta yang luhur, tanpa menyadari apa yang sebenarnya ia cintai dari lelaki itu bahkan sampai memperdulikan apapun lagi.
Perempuan jatuh dalam buaian gelapcintanya sendiri… terjatuh dalam kegelapan cinta yang membutakan.. bukan cinta yang tulus, suci dan luhur. Ketika badai menerpa kehidupan rumah tangganya .. maka perempuan akan lari dan mencari cinta yang baru.. mengembara dalam asmara untuk mencari cinta yang lain….dan akhirnya kesengsaraan yang berkepanjangan pun menghimpit sepanjang jalan hidupnya.
Karena modal pernikahan adalah cinta yang tulus, suci dan luhur serta niat dan ketaatan.
Dan sang iblis pun menari dengan riang gembira…
Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..
Wahai perempuan, “Sesungguhnya kebahagiaan perempuan dalam hidupnya, jika suaminya adalah kekasihnya”.
Perempuan mengikuti seruan itu….. akhirnya ketika perempuan memahami bahwa suami adalah kekasihnya dan tidak lebih dari kekasihnya, maka dengan berjalannya waktu …. ia pun setiap hari mulai mencari suami baru. Mencari suami atau kekasih yang dapat menghidupkan kembali cintanya yang padam bersama suami lamanya. Akhirnya, yang lama hilang dan yang baru tidak didapat, hanya kesengsaraan dan kehancuran keluarga yang terjadi dalam hidupnya
Dan sang iblis pun bersorak sorai…..
Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..
Wahai perempuan. “Ingat kaum lelakiitu hanya akan menikah dengan perempuan yang mereka cintai dan yang mereka sukai. Perempuan yang sesuai dengan selera dan perasaan kita”.
Akhirnya perempuan merasa perlu, bahkan wajib tahu bagaimana bisa masuk kedalam hati para lelaki. Bagaimana bisa membuat para lelaki tertarik. Lantas mereka berhias sesuai dengan yang mereka inginkan.Mereka berpakaian terbuka dan bertingkah laku gila untuk mendapatkan hati para lelaki.
Akibatnya sikap saling tidak percaya pun timbul dan merebak kedalam seluruh jiwa, kecurigaanpun menjangkiti perempuan dan lelaki. Dua kelompok saling berseteru, dan kegelapan menyeruak diantara keduanya.
Akhirnya rumah tiada lagi kehangatan, yang terlihat hanyalah lelaki yang bersikap bagai rahib dan perempuan bagai biarawati. Mereka memasuki awal kehancuran rumah tangga.
Dan sang iblis pun menanti kehancuran itu dengan sangat sabarnya…..
Wahai perempuan ingat lah …
Itulah yang akan kalian tangisi wahaiperempuan … para perempuan yang menyerukan kebebasan dirinya… yang mengikuti seruan sang iblis.
Wahai perempuan… kebebasan paling baik adalah kebebasan dalam ikatan yang paling lembut. Perempuan tidak akan sampai pada puncak kebahagiaan kecuali dalam naungan rumah tangga. Didalam itu ia menjadi seorang istri bagi suaminya. Suami yang bisa mencintaidan memuliakannya. Ia juga menjadi ibu bagi anak anaknya dan merawat anak anaknya sejak lahir.
Dan jadilah perempuan memiliki kebebasan surgawi yaitu …
Terbebas dari desakan nafsu duniawi yang menghimpit
Terbebas dari setiap kilauan yang memperdaya
Terbebas dari penghambaan selain Allah
Terbebas dari ketundukan dan kepasrahan selain Allah
Terbebas dari ketakutan selain takut akan Allah
Terbebas dari pujian yang menguasaidirinya
Terbebas dari rayuan yang menghanyutkan
Terbebas dari buaian yang menistakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar